Sesuatu

Menyimpulkan

Orang di depanku sedang bercakap-cakap. Salah satu diantaranya menggeleng. Mungkin dia tidak setuju. Tapi orang satunya terus berusaha menjelaskan, berusaha mempengaruhi. Mungkin orang satunya keras kepala.

Jika menyimpulkan bisa dengan kemungkinan-kemungkinan tanpa pembuktian. Mungkin aku bisa menonton drama yang dibuat orang.

Iklan
Sesuatu

Yang Terlihat Tidak Seperti Kelihatannya

Ada yang bilang, gak ada yang bisa dipercayai di dunia ini, kecuali Tuhan. Bahkan kamu tidak dapat mempercayai dirimu sendiri. Ini seperti saat kamu memandang jerawat orang yang kamu suka tumbuh memerah. Orang-orang mungkin akan risih. Berusaha mengingat semua produk yang ada di televisi. Tapi tidak dengan kamu, jerawat segede apa pun akaAkun kamu bilang manis.

Tambah manis. Kamu bilang seperti itu. Tanpa ada yang tahu bahwa kamu belum pernah merasakan jerawat. Mungkin kah sebuah jerawat manis itu sebenarnya mengadung glukosa yang tersusun oleh ikatan rantai polipeptida? Tidak. Karena rasa suka tidak serumit itu.

SEBUAH TIM

Awal tim ini dibentuk, aku ingin bilang, aku bangga dengan tim ini. Ini seperti sebuah perjodohan, di mana nama-namanya seperti kocokan sebuah dadu pada permainan judi. Tidak ada yang tahu, tapi pasti ada yang beruntung dan kecewa. Dan aku adalah salah satu orang yang beruntung.

Continue reading “Yang Terlihat Tidak Seperti Kelihatannya”

Sesuatu

Membanding-bandingkan

Aku tidak suka dibanding-bandingkan. Tapi, itu tetap saja dilakukan orang-orang diperkumpulan ‘itu’. Apalagi yang akan mereka bicarakan kalau tidak membanding-bandingkan aku dengan kakakku.

Setiap orang punya warnanya sendiri-sendiri. Membawa warnanya sendiri-sendiri dan itu sudah pemberian Tuhan. Bukan urusanmu atau kalian. Kami hanya butuh penyesuaian saja. Tidak mengubah sepenuhnya.

Ini seperti menetralkan sebuah cairan ber-pH rendah saat sore hari dengan cita-cita mulia besok pagi kamu tinggal menuangkannya. Hingga paginya kamu tahu, mereka berubah lagi. Gak ada yang abadi di dunia ini, kecuali Tuhan. Apa lagi hanya larutan yang kayak gitu.

Continue reading “Membanding-bandingkan”

Sesuatu

Bersyukur

Beberapa orang tidak tahu diri. Termasuk mungkin itu juga aku. Kerjaannya cuma meratapi. Berterima kasih kalau ingat saja, seperti di kala melihat orang lain kurang beruntung, baru merasa kalau diri ini beruntung. Kurang ajar. Tidak sopan.
Beberapa orang juga sok-sokan bersyukur, kemudian di saat yang sama kemudian membicarakan kesialannya. Meraih simpatisan agar kasihan. Hingga merasa orang-orang membicarakan bahwa hidup itu tak adil.

Apa sih bersyukur? Menurut KBBI V, syukur adalah sebuah rasa terima kasih kepada Tuhan. Bagaimana cara menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan? Banyak. Tapi yang paling sederhana adalah dengan mengucap terima kasih pada diri sendiri. Pernah kah?

Brahman Atman Aikyam, Brahman atau Tuhan itu manunggal dengan Atman. Tuhan dan kita adalah tunggal. Di dalam diri kita ada Tuhan. Tuhan ada di mana-mana, termasuk dalam diri ini. Tuhan ada dalam diri kita, tapi kita bukan Tuhan, dan jangan sekali-kali menuhankan diri kita. Itu benar-benar tidak tahu diri pangkat tak hingga, jadi kamu harus menghitungnya dengan limit. Ya begitulah, jangan tanya itu berapa, aku tak menyukai kalkulus.

Continue reading “Bersyukur”

Sesuatu

Es

Es memang dingin tapi keras. Dia marah-marah hanya karena aku panas. Sudah ku bilang untuk menuangkannya hati-hati. Tapi dia memaki.

Dia bilang cobalah kau tiru es, dia menyegarkan. Aku muak.

Lalu ku bilang padanya tentang amandel, lalu dia diam. Dia bilang padaku tentang sariawan lalu ku panggil jeruk.

Sayangnya jeruk lebih memilih Joshua dan berteman dengan es. Aku memang selalu sendiri. 

Sendiri itu pahit. Itulah mengapa aku berteman dengan kopi.

Lalu jeruk? Sepertinya dia menyesal ditertawakan oleh Joshua. 

Sesuatu

(masih) Bumi Itu Bulat

Kamu tahu kenapa sila pertama adalah Tuhan Yang Maha Esa?’

Aku tidak langsung menjawab. Di bayanganku pertama muncul adalah isi ‘Piagam Jakarta’ yang pada awalnya itu. Dan itu terlalu panjang untuk dijelaskan.

Kamu tidak tahu?’

Dia benar-benar tidak sabar sepertinya. Aku tidak tahu seberapa penting percakapan ini. ‘Karena Tuhan itu Esa yang artinya Satu.’

BenarBerarti bumi memang benarbenar bulat.’

Iya. Bumi memang bulat. Tapi jika ada perubahan teori juga tak masalah jika memang semua orang menerimanya. Apa kalau gak percaya bumi datar, bumi akan marah padaku lalu gravitasi tarikan antara medan magnet dalam diri ini di tolak oleh gravitasi bumi lalu aku melayang-layang? Anjay. Horor juga. Bayangin aja aku melayang-layang, terus nembus atmosfer lalu terbakar. Tuhan. Ampuni aku..

Continue reading “(masih) Bumi Itu Bulat”