Penulis: Suci Su

Seorang pemimpi. Sedikit aneh dan kadang cenderung alay. Seorang ELF dan penggemar motoGP.

(masih) Bumi Itu Bulat

Kamu tahu kenapa sila pertama adalah Tuhan Yang Maha Esa?’

Aku tidak langsung menjawab. Di bayanganku pertama muncul adalah isi ‘Piagam Jakarta’ yang pada awalnya itu. Dan itu terlalu panjang untuk dijelaskan.

Kamu tidak tahu?’

Dia benar-benar tidak sabar sepertinya. Aku tidak tahu seberapa penting percakapan ini. ‘Karena Tuhan itu Esa yang artinya Satu.’

BenarBerarti bumi memang benarbenar bulat.’

Iya. Bumi memang bulat. Tapi jika ada perubahan teori juga tak masalah jika memang semua orang menerimanya. Apa kalau gak percaya bumi datar, bumi akan marah padaku lalu gravitasi tarikan antara medan magnet dalam diri ini di tolak oleh gravitasi bumi lalu aku melayang-layang? Anjay. Horor juga. Bayangin aja aku melayang-layang, terus nembus atmosfer lalu terbakar. Tuhan. Ampuni aku..

(lebih…)

Bumi Itu Bulat

Cho: Kurasa aku benar-benar yakin kalau bumi itu bulat.

Chi: Iya?

Cho: Ya.

Chi: Kenapa?

Cho: Karena Tuhan Maha Adil.

Chi: Lalu?

Cho: Tuhan mendistribusikan permukaan bumi ini secara merata. Bumi seperti medan magnet yang ada di inti, gaya tariknya sama.

Chi: Oh. Waw. Lalu kalau kau bilang merata seperti medan magnet, kenapa ada palung dan kenapa ada gunung yang tinggi?

Cho: Hmmm.

Chi: Bagaimana itu semua kamu hubungkan dengan konsep yang kamu pikirkan itu?

Cho: Hmmm. Ituu..

Chi: …

Cho: …

Chi: Kenapa?

Cho: Apanya yang kenapa?

Chi: Kenapa apanya yang kenapa?

Cho: Apanya kenapa apanya yang kenapa?

Chi: Kenapa yang apanya kenapa apanya yang kenapa?

.

.

.

.

.

Dan percakapan ini akan terus seperti ini hingga panjang sekali, selagi Cho memikirkan jawabannya. Haha.

.

Apa sih? ._.

Memenuhi Target Luaran

Agenda hari ini adalah memenuhi target luaran yang tidak tercantum di proposal dan tidak perlu dicantumkan di laporan akhir. 

Kilas Balik

Kita pasti pernah lelah. Pernah merasa bosan. Pernah merasa ingin menyerah. Pernah ingin merasa melarikan diri. Pernah merasa marah dan tidak tahu diri. Bodoh dan tidak tahu apa itu memaknai pemberian Tuhan. Kalau kalian tidak pernah, mungkin aku saja manusia yang bodoh dan tidak tahu diri itu.

Akhirnya, kemarin, kami MONEV eksternal. Kelompok kami tidak mengharapkan PIMNAS, sama sekali tidak. Untuk bisa selesai saja kami sudah bersyukur. Cukup tanda tangan kehadiran dan sudah menyelesaikan penelitian kami. Sesederhana itu. Tidak muluk-muluk.

(lebih…)

Si Punggung Merah Lagi

Si baju merah tadi ku lihat lagi. Duduk di tempat yang sama. Posisi yang sama. Punggung yang terlihat sama. 

Ku pikir dia sudah pergi ke utara. Hasil stalkingku menyatakan dia akan ke utara. Tapi ternyata belum, mungkin akan.

Ku pikir rasa yang dulu telah hilang. Ternyata dia masih ada. Wkwkwk.

Rasa penasaran. Penasaran yang ingin sekali dibuktikan. Bagaimana kenyataan sebenarnya.

Ini kaya berusaha membuktikan bahwa bumi datar itu benar-benar ada. Dasar.

Tapi, siapa tahu kalau memang ada? Kita harus menerima perubahan bukan? Hidup yang dinamis ini, cara pandang orang pasti macam-macam. Saling mengerti saja, jangan memaksakan diri.

Atom yang gak kelihatan saja sudah berganti teori beberapa kali. Kenapa tidak memberi kesempatan pada bumi yang maha luas ini?

Tapi, sungguh, bumi itu bulat.

Lhoh ngotot? Katamu saling mengerti.

Aku sedang memberi pengertian. Wkwkwk.

Si punggung berbaju merah masak sih ke sini lagi? Pasti itu fatamorgana. Iya.

Hmmm.

Dasar. Beberapa hal memang gak bisa diprediksi. Hipotesis hanyalah praduga. Jangan mengada-ada. Terima dan nikmati saja.

Duh.. berapa lama ya kamu di sini? 

Bakso

Anggap saja ini tentang bakso.

Mungkin penjual yang dulu jadi favorit kita sudah terlalu tua, hingga kamu jadi kurang suka. Lalu kamu bilang ke yang lain kalau giginya sudah ompong lalu setiap dia biacara ada kuah yang juga ikut keciprat sana-sini. Lalu kamu mulai memaki mereka dan bilang mereka tidak mau berubah seperti yang lain. Mereka tidak peduli katamu. Dan kamu menyebar gosip itu ke sana dan ke sini.

Atau mungkin kamu sebenarnya suka bakso yang lain, tapi kamu sudah langganan di sini dan teman-temanmu sudah lama kenal bahwa kamu sudah langganan di sini. Kamu malu untuk mengakui. Kamu merasa tidak enak. Kamu merasa perlu menghancurkan warung ini agar kamu merasa tidak bersalah. Kamu malu kalau kamu langsung pindah haluan ke warung lain.

Kalau kamu tidak suka. Langsung saja pindah. Jangan menghujat. Apa tujuanmu? Mereka sudah lemah. Bukan kah kamu bilang mereka sudah tua? Oke. Anggap saja begitu. Lalu bisa apa mereka? Apa mereka ancaman untuk bakso barumu? Apa? Gak ada kan? 

(lebih…)

#HappyLeeteukDay

Namanya Park Jung Su, tentu saja dia lahir dari keluarga Park. Kurasa dia harus bersyukur karena dikaruniai wajah yang tampan meski orang-orang bilang tampan itu relatif. 

Lahir pada 1 Juli 1983 dan aku pada tanggal yang sama dengan Ariel Noah pada tahun 1996. Meski Ariel lebih mirip Donghae dan digadang-gadang mirip dengan Parto, aku lebih suka Park Jung Su. Setidaknya aku bisa sedikit memaksa mengambil unsur nama ‘Su’-nya. Haha.

(lebih…)

Malas.

Malas.

Malas.

Malas.

Malas.

Baik huruf biasa, tebal, miring maupun ganda campuran (gabungan tebal dan miring), kata malas memiliki ujung yang sama, yaitu S. itu dibaca es yang dalam artian yang lain adalah sesuatu yang membeku. Membeku sendiri adalah perubahan wujud dari cair ke padat, biasanya dengan menurunkan suhu. Suhu turun artinya dingin.

Saat suhu turun yang berarti dingin, hal paling nyaman adalah menarik selimut dan memejamkan. Emang, kalau dingin itu paling enak ya tidak melakukan apa-apa, tapi ya gak kayak Patrick Star juga modelnya. 

Jadi, apa kesimpulannya?

(lebih…)