SUCISU

Ya, begitu, tetapi bukan seperti itu.

Mengenang Drama Sial Ketubruk Orang

16 Komentar

Pagiku cerahku

Matahari bersinar

Ku gendong tas merahku di pundak

~

Pagi itu tidak cerah dan mungkin bukan pagi yang diperuntukkan untukku. Matahari juga tidak bersinar. Aku tidak menggendong tas merah di pundak. Tasku berwarna coklat.

Pagi itu dari Blitar aku mau ke Malang. Aku berangkat pagi-pagi karena harus mempersiapkan UAP untuk para adik-adikku yang manis. Aku hampir sampai kos, tetapi tiba-tiba aku ndlosor begitu saja di aspal. What the nani.

Aku melihat mas-mas berhenti dan melepas helmnya kemudian bibirnya bergerak-gerak mengatakan sesuatu. Tetapi, aku tidak dengar dengan jelas apa yang dia katakan. Aku melihat ke sekeliling kemudian sadar kalau aku baru jatuh.

Aku pikir itu mimpi, aku harus bangun, mandi dan berangkat ke Malang. Aku belum minta daftar hadir untuk para dedek nanti.

Tetapi.. itu semua nyata.

Aku tetap gak percaya.

Hey! Aku ini fan Marc Marquez.

Ya. Itu pikiranku pertama kali saat aku menerima dengan sadar bahwa aku terjatuh. Anjay, bukan. Tidak mengada-ada, tetapi aku memang benar berpikir seperti itu.

Kenangan itu kembali muncul hari ini ketika aku melihat Marc Marquez meretweet sebuah video.

Di video itu terdapat orang yang meleot(?) ke sana-sini tapi tidak mencium aspal. Nais sekali bukan? Seperti Marc Marquez. Wah.😐

Aku merasa gagal jadi fan Marc Marquez. Kemudian, helmku dilepasin sama mas-mas itu tadi dan bertanya apa aku enggak apa-apa. Aku dibantu berdiri dan aku bisa jalan. Oke. Aku masih merasa baik-baik saja.

Kemudian, aku teringat laptop.

SKRIPSIKU ANJIR. :”

Kemudian, aku teringat karena telah menyadangkan file itu di mana-mana. Sedikit lega. Aku melihat jam dan oke apa gunanya aku berangkat pagi kalau kamu olor-olor gini wahai penubruk. :”

Orang yang nubruk aku parah, mulutnya bercucuran darah. Aku tidak tega melihat. Dia dibopong ke motor seseorang yang baik hati dan kemudian enggak sadar. :”

Aku takut.

Ada bapak-bapak menjelaskan kalau aku gak salah ke orang-orang. Aku memastikan motorku dan menyalakannya, memastikan apa aku orang geblek yang lupa nyalain lampu sen. Enggak. Bukan karena aku orang pintar yang minum tolak angin, tetapi karena aku enggak segeblek itu.

Orang yang nubruk aku dibawa ke Rumah Sakit. Darahnya keluar banyak gara-gara helmnya dia lepas sepertinya. Kalau helmku aman, masih nancap di kepala. Tetapi ya gitu, depannya retak dan busanya bebret(?). Helm itu benar-benar penting dan sang penyelamat kawan.

“Terserah mbaknya mau nuntut apa enggak. Mbak gak papa kan? Mau diantar ke Rumah Sakit juga?” tanya Bapak itu.

“Enggak, Pak. Gak kenapa-napa kok ini,” jawabku kala itu, karena terlalu kaget dan belum ngerasain jarem dan memastiin lebam-lebam.

“Pokoknya terserah mbaknya mau nuntut apa enggak. Minta ganti rugi juga gak papa, mbaknya gak salah kok. Tapi, kasihan masnya tadi, parah banget. Kalau tiba-tiba masnya meninggal. Repot nanti kalau urusan sama polisi.”

BAPAK.. JANGAN NGOMONG GITU NAPA. :”

Kemudian, setelah percakapan yang lumayan, Si Bapak lebih nyaranin aku buat damai dan gak usah menuntut. Baiklah. Aku juga takut. Kemudian, lebih dari dua bulanan aku trauma dan enggak lewat jalan situ. :”

Aku ingin ijin buat enggak ikut jaga UAP. Tetapi, aku koordinatornya. Lahh.. :”

Jadilah aku tetap berangkat jagain UAP. Aku juga gak bilang anak kos perihal habis jatuh. Aku juga gak bilang orang tuaku. Aku bilang orang tuaku ketika sudah sampai rumah. Aku cuma langsung bilang ke teman sepergilaan yang akhirnya mengantarkan aku untuk periksa dan bilang ke kakakku.

Ya begitulah, sembari menunggu UAP, pipiku yang bagian atas melepuh dan air mata pada mata bagian itu ngalir terus. Bukan nangis. Tapi emang tidak terkontrol. Sedangkan mata satunya baik-baik saja dan tidak mengeluarkan air mata.

Ya. Seperti itu.

Aku mengurusi UAP, periksa diriku dan beli spion. Spionku hancur. Aku tidak servis motor karena aku misqueen, jadi takut uang gak cukup. Wkwkwk. Sedih sih.

Padahal besoknya aku ada janji konsul dengan Ibu Mutrofin. Kemudian, ternyata ibunya besoknya juga sakit tapi bela-belain datang ke kampus karena sudah janjian sama Suci. Tapi, beliau berkata enggak apa-apa, gak usah konsul dulu, istirahat.

Aku ingin menangis.

Ya, begitulah drama sial ini.

Aku ingin mendapat pelukan tapi aku enggak tahu harus bagaimana. Aku ingin dikuatkan tapi enggak tahu harus ngomong ke siapa. Mau ngomong ke orang tua, takut beliau khawatir. Aku mau revisi, tapi ada obat kurang ajar yang buat aku tidur mulu. Ya. Akhirnya aku cuma minum itu obat ketika malam.

Kemudian, acara ngidolku yang sebenernya hampir sukses berakhir menuju normal dan enggak stalking para orang-orang yang kukagumi, jadi gagal lagi. Aku alay lagi. Wkwkwk. Aku masih ngerasa sendiri. Jadilah aku berlari ke mereka. Wkwkwk. Seenggaknya waktu balas-balasan dengan sesama penggemar yang enggak dikenal. Aku ngerasa enggak sendiri. Haha. Apalagi saat si idol ngerasa fannya(seperti diriku) berarti. :”

Sebenarnya, aku enggak mengenaskan banget. Aku punya beberapa teman yang aku percaya dan bisa berbagi. Aku sudah cerita-cerita ke mereka. Tetapi, tetap saja ada yang kurang. Masalah sendiri dan merasa kesepian itu bukan karena ada atau banyaknya teman. Aku juga gak ngerti. Aku di keramaian saja kadang masih ngerasa sendiri. Hmmm. Duh. Apa, sih.

Ya, begitulah. Kemudian, semua kembali normal seperti biasa.

Oh iya.

Waktu aku ketubruk itu adalah musim berburu tanda tangan. Aku sewaktu habis nungguin UAP itu juga sempat berburu tanda tangan dengan sebelah mata masih berair. Wkwkwk. Sebenarnya, aku janjian dengan seorang yang aku anggap teman untuk mencari tanda-tangan bersama. Kemudian, karena aku belum ada kekuatan untuk berburu dan terbius obat, aku ditinggal. Hmmm. Gak papa sih, dengan begitu aku enggak ngehambat orang lain. Tetapi, agak sedih juga ding, karena awalnya aku yang nunggu dia karena dia ngelabnya belum selesai. Okay. Gwaenchana. Tidak ada yang tahu kapan negara api menyerang. :”

Tapi, Tuhan Maha Baik. Masa terpurukku hanya beberapa hari. Akhirnya aku punya kekuatan untuk revisi. Ya. Gitu. Ya, memang harus revisi, sih. ._.

Meskipun nyium aspal, Tuhan menyelamatkanku, aku gak begitu parah, aku enggak papa, aku masih kuat untuk ngapa-ngapain sendiri.

Hmmm. Berarti aku masih layak jadi fan Marc Marquez, kan, yak?

Haha.


Sumber foto berasal dari twitter Marc Marquez.

Iklan

Penulis: Suci Su

Sudah, Nak! Terkadang apa yang tidak kau bicarakan lebih bernilai daripada yang kau bicarakan. - Eugene Crab (Spongebob Squarepants)

16 thoughts on “Mengenang Drama Sial Ketubruk Orang

  1. Sabar ya nduk semoga lekas sembuh, jatuh di aspal memang tak seindah jatuh cinta.

  2. Masih bisa kok jadi fansnya. 😎 moga lain kali selalu aman di jalan ya..

  3. semangat untuk skripsinya,
    cepat hilang traumanya ya nak yaa

  4. Kasihan, kasihan, kasihan

    Saya juga pernah mengalaminya, dan memang kejadian itu sangat cepat sampai kita akan mengira bahwa itu adalah mimpi.

    • Iyap. Detik-detik awal itu kayak gak ngerasain apa-apa. Gak sakit, enggak apa, bingung.
      Lupa juga tadi ngapain tiba-tiba begini. Jadi, ngira kalau itu cuma mimpi. 😂😂😂

  5. Wah, prnah jatoh dr motor jg ya, ketubruk pula. Ksian skli.

    Untung kau pkai helm, coba klau gak, mungkin bs lbih parah.
    Btw, sy kok percaya kau cium aspal, mulutmu gak ad yg luka, kan? :)))

    Lain kli hrs super hati2 lg ya dlm berkendara…

    • Iya. Aku juga gak nyangka, Mas. Aku yang udah hati-hati, eh, ketidak hati-hatian orang lain aku kena dampaknya. :”

      Enggak cium. Mulutku aman, mulut yang nubruk aku yang kuar darah banyak. :”
      Helmku saja yang menatap aspal, kemudian busanya agak kegeser dan dia nekan pipi. Ya, begitulah. Aku terselamatkan oleh luka beret-beret. 😂😂😂

      Baik, Mas, aku akan lebih berhati-hati dan menengok spion untuk berjaga-jaga. Siap.

  6. Bntar bntar, kmu asli Blitar ?
    Gmna keadaan mu ? Lekas sembuh yaa 🙏

  7. Tali helm jadi penyambung nyawa banget :”

    Syukur udah baikan sekarang. Syukur udah wisuda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s