SUCISU

Ya, begitu, tetapi bukan seperti itu.

Karbon – Grafit, Intan dan Makhluk Hidup

9 Komentar

Persamaan dari grafit, intan dan makhluk hidup adalah sama-sama tersusun dari atom karbon. Atom karbon (C) merupakan unsur yang memiliki nomor atom 6 dan dan bervalensi 4 (tetravalen). Atom karbon yang bervalensi empat itu akan membentuk ikatan kovalen dengan hidrogen dan membentuk hidrokarbon, penyusun makhluk hidup.

Diamond and piece of coal

sumber: di sini

Seseorang pernah berkata padaku, perihal dirinya yang membenci kenyamanan. Dia berkata padaku, pada seseorang yang mencintai kenyamanan. Kenapa harus membenci kenyamanan? Kenapa tidak menggunakan kata ganti seperti, aku mudah bosan, atau hello, aku penyuka tantangan, atau datang padaku dengan berbinar dan berkata hey, mari kita mencari hal dan suasana yang baru. Sungguh, aku lebih suka seperti itu.

Aku punya cita-cita untuk menyamankan beberapa orang suatu saat nanti. Aku pikir dengan kenyamanan kita tumbuh dan berkembang. Kalau bukan tentang kenyamanan, aku tidak harus menyapu eek-eek ayam dan berteriak-teriak ketika mereka mengeluarkan tanda-tanda ingin mengeluarkan itu di emperan rumah. Kenyamanan membawa ketentraman batin.

Mungkin dia berpikir seperti itu karena ingin menjadi seperti intan. Mungkin. Hal tersebut didasarkan bahwa grafit bisa dibuat menjadi intan. Iya. Grafit, isi pensil yang kita gunakan untuk menggambar gunung legend  ketika masih SD, bisa disulap menjadi intan. WAW. Hal tersebut didasarkan bahwa kandungan karbon dalam grafit, ketika diberi tekanan, suhu tinggi dan beberapa reaksi tertentu akan berubah menjadi intan. Di bawah permukaan bumi yaitu mantel bumi adalah kondisi yang tepat untuk mengubah grafit menjadi intan.

Waktu musim laporan menyerang, saat aku masih berkutat dengan kehidupan semester mudaku, kata-kata seperti merubah grafit menjadi intan dengan tekanan yang amat tinggi adalah sebuah motivasi besar. Ya. Mungkin tekanan seperti ini bisa membuat kami lebih baik. Harusnya seperti itu. Namun, rasa seperti aku gak kuat tjoy, pasti pernah mampir di setiap orang-orang ini. Ada yang memilih bertahan, ada yang hengkang.

Ya. Tekanan demi tekanan akan membuat kita menjadi intan. Sesuatu yang dianggap lebih bernilai dari pada grafit.

Namun, di suatu pagi pada sebuah keadaan menghitung dan “gimana aku harus mengencerkan larutan ini?”, aku berpikir dan memandang pensilku. Aku gak punya intan, beberapa orang juga gak punya, tapi tidak apa-apa. Pensil yang ku pakai pun nemu, asal comot. Yang penting berguna kan?

Kemudian, mengingat teman-temanku yang hengkang, aku sadar. Bahwa kita makhluk hidup. Kita perlu kondisi yang tepat. Penelitian-penelitian selama ini selalu mencari kondisi optimum, sebuah kondisi paling bagus untuk memperbesar potensi, sebuah kondisi yang cocok, kondisi paling nyaman untuk berkembang. Seperti kaktus yang hidup di gurun, namun mencoba ditanam di tanah yang airnya banyak, dia akan tetap tumbuh, tapi kemudian cepat busuk. Kita, makhluk hidup juga perlu kondisi seperti itu.

Standar kenyamanan itu berbeda-beda, seperti ikan nila dan ikan paus. Ikan paus yang tidak bersyukur, mungkin iri karena dia jarang terlihat dipermukaan dan terlihat dinikmati orang. Ikan nila yang tidak bersyukur, mungkin juga iri karena dia tidak sebesar ikan paus. Ya. Tuhan selalu menempatkan makhluk-Nya di tempat yang terbaik.

7c5d9174e60eee67a1254692a7d5c6c1--superhero-coloring-pages-atoms

sumber: di sini

Tekanan bisa membuat grafit menjadi intan. Tapi, makhluk hidup butuh kenyamanan untuk berkembang. Ya. Atom karbon merangkul setiap pilihanmu. Tapi, tolong jangan rangkul nilaiku. :”

 

Iklan

Penulis: Suci Su

Sudah, Nak! Terkadang apa yang tidak kau bicarakan lebih bernilai daripada yang kau bicarakan. - Eugene Crab (Spongebob Squarepants)

9 thoughts on “Karbon – Grafit, Intan dan Makhluk Hidup

  1. Haha selalu suka tulisan mbak suci. Santai dan ngelantur kemana mana. Tetapi padat akan informasi. Seneng. Kimia juga seneng. Fisik2 karbon juga seneng. Keknya dulu pernah mampir juga ditulisanku ttg karbon: nih https://hafidhmind.wordpress.com/2017/06/18/unsur-dan-keunikan-karbon-di-alam-semesta/

  2. Iya…. saya juga mikir sepertinya saya berada di lingkungan yang salah. Jadi nggak bisa bertumbuh deh :-D

  3. Salam kenal kakak follow saya Tata

  4. Aku sukaa… aku sukaaa… dalem mbaa..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s