Diary

Memenuhi Target Luaran

Agenda hari ini adalah memenuhi target luaran yang tidak tercantum di proposal dan tidak perlu dicantumkan di laporan akhir. 

Kilas Balik

Kita pasti pernah lelah. Pernah merasa bosan. Pernah merasa ingin menyerah. Pernah ingin merasa melarikan diri. Pernah merasa marah dan tidak tahu diri. Bodoh dan tidak tahu apa itu memaknai pemberian Tuhan. Kalau kalian tidak pernah, mungkin aku saja manusia yang bodoh dan tidak tahu diri itu.

Akhirnya, kemarin, kami MONEV eksternal. Kelompok kami tidak mengharapkan PIMNAS, sama sekali tidak. Untuk bisa selesai saja kami sudah bersyukur. Cukup tanda tangan kehadiran dan sudah menyelesaikan penelitian kami. Sesederhana itu. Tidak muluk-muluk.

Bagaimana tidak. Banyak sejarah dari penelitian ini. Seperti dari matahari yang ingin memecah belah, lalu kami memutuskan untuk menjadi amoeba. Kami memisahkan diri dan mulai hidup sendiri-sendiri. Okelah. Lalu ada pengumuman hibah dana dan ada namaku dan aku gak tahu harus bersikap bagaimana, tapi terima kasih atas kesempatannya.

Aku kadang pernah berpikir kala itu, dana penelitian masih turum sedikit, bagaimana kalau aku kembalikan saja dananya dan mengundurkan diri? Aku terus saja mengalami kegagalan pada tahap awal. Terus dan terus saja seperti itu. Rasanya mau gila. Aku tak tahu harus bagaimana. Ingin sekali menyerah. Aku tak tahu harus cerita ke siapa. Sepertinya semua sudah kuceritakan, tapi tetap saja, aku simpan kebanyakan sendiri. Aku ingin bangkit.

Aku selalu bilang pada mereka, tidak apa-apa, kita pasti bisa, yang penting udah dilaksanain, ini penelitian kok, bisa iya, bisa tidak. Gagal tak masalah, yang penting nanti ada hasil yang dilaporkan. Mau bagaimana lagi, ini uang negara, kudu dilakuin. Dan aku terus saja bertopeng seperti itu. Temanku sering kali menangis dan bilang, “Aku kesel Suc. Capek. Aku gak kuat kayak kamu.” Aku cuma senyum dan bilang, ‘podo ae kok.’ Dalam hati aku ingin berteriak kencang dan aku selalu ingin pulang dan selalu ketakutan saat balik ke Malang.

Aku selalu ingin pulang dan potong rambut. Hingga saat UTS teman yang lain lembur penelitian, aku malah pulang di rumah. Aku memang pengecut. Aku selalu seperti jadi tokoh jahat, mungkin aku bawang merah, dan amoeba satunya bawang putih. Tapi aku juga gak mau kalau aku emang benar-benar jahat.

Aku bingung dan takut karena aku punya dua kelinci, dimana aku tak punya persiapan kandang untuk keduanya. Sebelumnya pengumuman dana hibah kelinci, aku awal masuk sudah bilang ke dosen ingin ikut proyek kelinci satunya. Dan begitulah, aku tak bisa berbuat banyak. Kelinci satu dan satunya di laboratorium yang berbeda. Terpaksa aku mengolor satunya.

Tuhan terlalu baik bahkan untuk aku yang hina ini. Aku benar-benar merasa hina. Tuhan menolongku berkali-kali dan aku tetap tidak tahu diri. MONEV Fakultas, aku belum siap ppt. Ppt-ku hina, dan kau tahu apa yang terjadi? Mati lampu. Kami MONEV tanpa menampilkan ppt dan saat lampu menyala kami tidak ditagih untuk memperlihatkannya.

MONEV Internal kami juga di tolong Tuhan. Kami maju saat mendekati waktu istirahat. Semua sudah tidak fokus dan ingin segera mengakhirinya. Jadi waktu tanya jawab kami hanya sebentar. Tapi di MONEV ini, ada salah satu juri yang pertanyaan entah pernyataannya menohok kami, ‘Penelitiannya tinggal satu bulan loh. Emang yakin ini penelitiannya selesai satu bulan?’. Anjay

Enggak. Saya nggak yakin Pak.. 😢😢😢’

Kalau mulutku tega bicara, kayaknya aku bakal jawab itu. Aku cuma diam dan senyum-senyum. Iya. Bisaku emang cuma gitu. 😢😢😢

Tapi, untungnya, kelompokku tipe setia. Mereka loyal dan bisa diajak lari sesuai ritme kami yang lambat dan berusaha santai kayak di pantai. Kami terus saja ngelab dan tentu saja gak tahu kenapa tetap gagal, gagal dan gagal. Kami berusaha konsul dan tidak menemui solusi.

Stress level tingkat dewa itu saat dosen ini mulai menagih dan dosen itu terus menagih. Sedangkan tugas kuliah kamu juga bejibun. Gimana nih haruse? 

Data, data, data. Aku baru sadar, data itu mahal, pantesan ada jurnal yang berbayar. Bahkan untuk data gagal macam aku nih, kayaknya mahal juga untuk dijual. Ya, emang mempelajari penyebab kegagalan orang lain itu lebih enak daripada sok-sokan nyari sendiri. Dari situlah aku berpindah haluan dan mencari tulisan data yang gagal. Kali aja penyebabnya sama.

Aku mulai sedikit yakin, bahwa esok kan jadi bahagia. Aku selalu meyakinkan diri sendiri dan kelompokku bahwa, ‘besok kayake sudah selesai deh. Yuk, dikerjain..’ Dengan bermodal anggapan seperti itu. Kami jadi intens ngerjain. Terlebih akibat tekanan-tekanan yang lain. 

Kadang aku nyesel, nyesel kenapa dulu harus upload proposal-proposal beginian. Tapi, ini kehendak Tuhan. Menyesali apa yang jadi kehendak Tuhan dan mengkhawatirkan masa depan, kata Mbah, itu artinya menghina Tuhan. Maafkan aku yang seperti itu.

Deadline pun semakin mendekat, kami harus dapat data yang bisa dibahas. Dan setelah melewati kegagalan dan mempelajari kegagalan orang lain, akhirnya kami dapat datanya. Entahlah. Yang penting itu bisa dipakai, begitu pikirku. Dan entah kenapa, mungkin ini hukuman dari Tuhan buat aku yang sering menghina-Nya. Aku pake acara mecahin segala. Hmm. Sedih sekali. 😢😢😢

Terima kasih

Terima kasih kepada Tuhan yang selalu menolong kami dan tentunya juga untuk semua pihak-pihak yang telah membantu terwujudnya data yang bisa dibahas waktu MONEV. Anjay. Sederhana banget yak. Dapat data aja sudah senang. Wkwkwk.

Terima kasih kepada orang tua kami yang selalu mendukung dan memberi semangat untuk kami. Terima kasih atas doa-doanya setiap hari untuk kesuksesan kami.

Terima kasih untuk teman-teman, yang bahkan walau bukan kerjaannya mereka, mereka mau membantu. Untuk teman sekelas, selaboratorium, dan seangkatan yang sering ikut terlibat dalam penelitian kami. Terima kasih sangat untuk bantuannya. Terima kasih untuk teman kos yang juga selalu memberi semangat, kadang tempat buat curhat, minjemin tempat dan barang-barang, mau menyumbang waktu dan tenaganya buat tahap isolasi pati kemarin.

Terima kasih untuk pembimbing kami. Yang telah meluangkan waktu untuk kami. Memberi saran yang kadang malah membingungkan. Memberi kami kekuatan dan mengerti apa itu sabar & ikhlas. Terima kasih atas pengertiannya. Terima kasih telah memahami kami yang tidak terlalu niat ini. Terima kasih telah menerima dan memakluminya. 😂😂😂

Terima kasih untuk pembimbingku satunya, yang selalu sabar dan memberi semangat serta pengertiannya untuk aku yang jahat ini. Maafkan aku belum menyelesaikan proyekmu Bu. Maafkan aku yang memolor-molorkan waktu. Terima kasih atas pengertiannya Bu.

Terima kasih untuk tim-ku satunya yang telah memberi pengertian untuk aku yang harus mengerjakan tugas negara ini dulu. Terima kasih meski aku gak datang bantu tapi tetap dianggap. Terima kasih atas pengertiannya. Kalian baik banget, kok aku jadi kelihatan jahat. Gak papa sih.

Terima kasih untuk penghuni laboratorium yang sering menemani kami. Penghuni laboratorium, ya, kecuali kamu si tikus, kamu sering buatku deg-degan. Kamu pernah merusak sampelku. Kamu jahat. 😢😢😢

Terima kasih untuk teman blog yang walau kadang tulisan curhatanku gak jelas tapi tetep direspon. Gak nyangka. Wkwkwk. Biasanya kalau stress ringan aku nulis di buku terus bawa-bawa Cho, dan Cho itu fiktif belaka. Anjay. Bagaimana munculnya Cho? Anjay lagi. Kenapa jadi bahas Cho.

Tentunya terima kasih banget buat kelompokku yang isinya cengengesan mulu. Akhirnya kita sudah MONEV eskternal. Akhirnya hampir selesai. Tinggal laporan akhir, tapi kita kan biasa ngarang indah. Jahat emang. Wkwkwk. Terima kasih banyak atas waktu, semangat dan loyalitas kalian.

Terima kasih semuanyaaaaaa.. 😘😘😘

Hiburan habis MONEV

Kami butuh hiburan. Jadi, habis penelitian yang melelahkan ini khususnya habis MONEV, kami pengin jalan-jalan ke Jatim Park. Dan hari ini terwujud, wkwkwk. Akhirnya… 

Kami juga mengajak amoeba yang sebelumnya belum membelah diri. Wkwkwk. 

Intinya sih. Ingin bersenang-senang melepas kepenatan. Haha. Kelompok teman ngelab kemarin lebih parah, mereka habis MONEV langsung ke Jatim Park dan masih pakai almet UB. Kayake beberapa menit setelah presentasi mereka langsung berangkat. Anjay. Senengnya mereka sampai gak bisa ditunda gitu. wkwkwk.

Amoeba ini memang sudah membelah diri. Tapi dia tetap dari satu amoeba. Kita hidup bersama dan rukun dibawah naungan Baginda. Wkwkwk. Kita juga punya motto yang sama, yang penting ngerjain tugas negara, gak usah mikir nanti mengharap apa dan dapat apa. Udah. Dasar. Jangan ditiru hal-hal semacam kepasrahan ini dari kami yak. Wkwkwk.

Daaann.. momen yang membahagiakan ini ingin kami Kunci. Ingin dikenang. Akhirnya kami mutusin beli gelang samaan.

Yaaauuuyyyyy. Pokonya seneng banget. Pertanyaan emang satu bulan selesai akhirnya bisa dijawab bisa. 

Terima kasih semua. 

Tugas negara belum selesai. Masih ada laporan akhir yang menanti. Setidaknya udah ringan bukan? Yuklah semangat. Tinggal sedikit lagi. Terus move on ke yang lain. Atau yang adik-adik mau ikut lagi? Biar makin tahu sensasinya? Wkwkwk.

Hmmm. Pokoknya.. ini semua segera berakhir tjoy.. semoga cepat berakhir..

Iklan

4 thoughts on “Memenuhi Target Luaran”

  1. Tulisan ini awalnya penuh teka-teki. Haha…ternyata ini, ttg penelitian, tp ttp rahasia dong ap itu.

    Oya, mahasiswi tp kok penelitiannya pakai uang negara, maksudnya? Wah, perkembangan kmpus sy gak update lg, sorry.
    Maksudnya target luaran itu di luar kampus gitu ya, atau gmn ya? 😂😇

    Seru jg dinamika perkuliahannya. Pakai pusing, capek, semangat, dlsb itu.

    Tp sip, rayakan sesekali kemenangan biar energi positifnya smkin keluar, sehingga laporan akhirnya bs tuntas tepat waktu.

    1. Hehe. Bukan penelitian sendiri ini mas Desfortin. Ini semacam ngajuin proposal penelitian ke dikti, kemudian di seleksi, terus dibiayai penelitiannya.

      Target luaran itu semacam janji-janji manis ala caleg di proposal. Wkwkwk. Jadi setelah dana itu cair, kita wajib memenuhi target luaran itu.

      Siap Mas. Ini sedang menghibur diri dulu sebelum penelitian untuk diri sendiri sesungguhnya.. 😂😂😂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s