Diary

Si Punggung Merah Lagi

Si baju merah tadi ku lihat lagi. Duduk di tempat yang sama. Posisi yang sama. Punggung yang terlihat sama. 

Ku pikir dia sudah pergi ke utara. Hasil stalkingku menyatakan dia akan ke utara. Tapi ternyata belum, mungkin akan.

Ku pikir rasa yang dulu telah hilang. Ternyata dia masih ada. Wkwkwk.

Rasa penasaran. Penasaran yang ingin sekali dibuktikan. Bagaimana kenyataan sebenarnya.

Ini kaya berusaha membuktikan bahwa bumi datar itu benar-benar ada. Dasar.

Tapi, siapa tahu kalau memang ada? Kita harus menerima perubahan bukan? Hidup yang dinamis ini, cara pandang orang pasti macam-macam. Saling mengerti saja, jangan memaksakan diri.

Atom yang gak kelihatan saja sudah berganti teori beberapa kali. Kenapa tidak memberi kesempatan pada bumi yang maha luas ini?

Tapi, sungguh, bumi itu bulat.

Lhoh ngotot? Katamu saling mengerti.

Aku sedang memberi pengertian. Wkwkwk.

Si punggung berbaju merah masak sih ke sini lagi? Pasti itu fatamorgana. Iya.

Hmmm.

Dasar. Beberapa hal memang gak bisa diprediksi. Hipotesis hanyalah praduga. Jangan mengada-ada. Terima dan nikmati saja.

Duh.. berapa lama ya kamu di sini? 

Iklan

18 thoughts on “Si Punggung Merah Lagi”

      1. Owalah. Wkwkwk. Maap gagal paham.
        Sebenarnya itu iseng mencoba-coba corel pas zaman purba dulu, ngertinya cuma motong dan menggabung.. 😂😂😂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s