Diary

Bertanya pada Waktu

Aku bukan jadi subjeknya. Aku hanyalah objek. Subjekya waktu. Subjek atas berbagai pertanyaan kapan. Si objek ini tidak tahu. Dia hanya berserah pada Sang yang memberi warna cabe. Ya. Begitu. Si subjek ini bicara lewat aku, dan aku menjawabnya dengan senyum. 

Kapan………..?

Ya. Kapan? Hmmm.

Jika kalian bertanya kapan ini dan itu. Jangan tanyakan jawaban pasti padaku. Aku bahkan tak tahu. Apakah besok matahari masih terbit di sebelah timur dengan sinarnya yang terlihat menawan atau tidak. Ku bilang terlihat. Matahari memang selalu menawan. Tapi, kadang-kadang tertutup awan. 

Jadi, tanyalah pada sang waktu, biar senyumku mewakilinya. Mewakili setiap keresahan atas pertanyaan-pertanyaan yang kalian lontarkan. Lalu ku jadi kepikiran dengan kata kapan yang lama-lama jadi beban.

Ah. Biarkan aku makan jajan ini dengan tenang..

Iklan

12 thoughts on “Bertanya pada Waktu”

  1. semoga sang obyek bisa segera mendapatkan ide jawaban jitu yang bisa menenteramkan hati ini serta memberikan kedamaian dan ketenangan serta kebahagiaan diri ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s