FIKSI

Tim Roket

38fa8e99ae36658427e618358a435db3

Rambut birunya berkibar terkena angin. Dia seakan melambai padaku untuk datang mendekat. Aku mendekat padanya. Menanyakan wajahnya yang tiba-tiba damai itu. Biasanya semangatnya begitu menggebu-gebu. Entah kenapa dia kebanyakan diam sedari tadi.

“Apa yang kamu pikirkan? Ini seperti bukan kamu.” tanyaku padanya.

“Rasanya aku sudah lelah. Aku ingin menyerah,” jawab Kojiro padaku.

“Kamu menyerah dengan si kuning-kuning itu?” tanyaku lagi.

“Aku tak tahu harus bagaimana lagi untuk mendapatkannya.” jawabnya. “Kita selalu berhenti pada akhir yang sama. Terbuang.”

Benar juga kata Kojiro. Kami selalu berakhir pada akhir yang sama. Terbuang. Nyasu kulihat tadi datang, dia menggelengkan kepalanya sebentar dan melihat kami, kemudian pergi.

Aku tak tahu kenapa James bisa segalau ini. Padahal kami sudah terbiasa dengan kegagalan ini. Pikachu memang tak semudah itu ditaklukkan. Dia begitu kuat, dan kami tetap saja ingin memilikinya.

“Nih.. makan ini. Kalau mau es krim ya beli pakai uang. Jelas saja kamu diusir penjaga toko. Dasar Kojiro!” kata Nyasu pada Kojiro. Mata Kojiro berbinar. Kojiro benar-benar ingin kuning-kuning itu ternyata, sebuah es krim bergambar Spongebob. Rasa kasihanku terhadap Kojiro tiba-tiba menghilang.

Nyasu juga memberikan es krim bergambar Spongebob itu padaku. Kami bertiga membukanya. Memakannya bersama-sama. Kami bahagia. Bahkan setelah sadar bahwa kami sudah berulang kali gagal mencapai tujuan kami. Apakah ini kebahagiaan yang sesungguhnya? Ini bukan tentang mendapatkan pikachu dan menjadi milik kami. Tapi ini tentang kebersamaan. Berdamai dengan keadaan dan berlapang dada dengan kegagalan.

“Rasanya seperti pisang.” kata Kojiro menyeletuk. “Bagaimana menurutmu Musashi?”

“Iya. Enak. Tapi aku lebih suka yang ada gambarnya Pattrick star.” jawabku sekenanya. Aku memang suka dengan bintang. Itulah mengapa nama kami Tim Roket, karena Roket menuju ke luar angkasa dan di luar angkasa ada bintang. “Bagaimana menurutmu Nyasu?”

“Aku suka kalian.” jawab Nyasu. Kulihat mata Kojiro berkaca-kaca dan entah dari kapan pipiku basah. Ini tentunya bukan air pipis pokemon apapun itu. “Kamu kenapa Kojiro?”

“Haha. Ku pikir Musashi menyukai Squidword. Dia tampan dan pemberani. Wanita sulit ditebak yak.” celetuknya yang semakin membuat aku ingin memeluknya. Tapi aku tahan, aku tidak enak menodai tim ini. Nyasu harus selalu nyaman di sini. Aku bahagia seperti ini. Dan Squidword, dia itu gurita, bukan bintang, setampan dan pemberani apapun itu.

[CC31] SpongeBob SquarePants - Artist Unknown [Indonesia].mp4_snapshot_05.23_[2014.05.17_14.01.23]

“Baiklah ayo semangat!” seru Nyasu mengakhiri es krim kami.

Seperti biasa, aku langsung berdiri dan…

Jika kamu bertanya tentang A-I-U-E-O.”

“Maka akan kami beri tahu jawabannya.”

“Demi menjaga perdamaian dunia.”

“Demi menjada ketentraman dunia.”

“Pahlawan yang bergerak karena rasa cinta.”

“Pahlawan yang bergerak demi perdamaian dan kesetaraan.”

“Musashi!”

“Kojiro!”

“Kami dua orang anggota Tim Roket yang hebat.”

“Masa depan indah ada di hadapan kita semua.”

“Begitulah.”

“Miauww.. Sonansu.”

300px-Team_Rocket_anime

Ini bagian favoritku. Bukan pada bagian di mana orang-orang mengenal kami. Tapi pada bagian, di mana masing-masing dari kami, bangga menjadi dan memperkenalkan tim ini.

Saat makan es krim tadi, aku bicara pada Kojiro, “Pernah kah kamu melihat salah satu bagian di episode kita di mana kita terbuang?” Dia terlihat berpikir, kemudian menggeleng. Iya juga. Itu bukan bagian yang bagus untuk dikenang. Dia selalu mengalihkannya dengan melihat Spongebob. Dia bilang, dia suka warna kuning. Tapi, jangan tanya aku kenapa rambut dia biru. Menjadi suka, bukan berarti harus menjadi sama bukan?

“Aku melihatnya.” kataku pada Kojiro. “Aku melihat episode dimana kita kena kejutan listrik dari pikachu. Kemudian kita hilang dan terbuang.”

“Apa bagusnya menceritakan itu padaku?”

“Hmm.. ada bagian yang aku suka.”

Kojiro diam menunggu kelanjutan dariku. Aku menarik nafas dalam. “Di bagian akhir sebelum akhirnya menghilang, kita bersinar, seperti bintang.”

“Benarkah? Bukannya itu tanda kita tak akan terlihat lagi? Itu artinya episode hari itu selesai bukan?”

Aku menggeleng. Bukan. Hmm. Tapi iya juga sih. Tapi ada hal lain yang bisa dipetik

“Bukan. Titik pointku kali ini adalah.. yang terbuang bisa saja jadi bintang.

.

.

.

Sumber gambar: di sini, di sini dan di sini

Iklan

14 thoughts on “Tim Roket”

  1. APA SIH INI 😂😂😂😂😂😂😂😂
    Baru baca dialognya dikit aja udah nguquqe wkwk. Menyerah mengejar kuning-kuning apaan 😂 Aku penasaran gimana proses berpikirmu sampai bisa nyatuin Tim Roket dan Spongebob ke dalam satu cerita. Ah entahlah. Lama-lama nggak waras baca ceritamu ini suc 😂😂😂

    tapi kalimat terakhir itu tak terduga dalamnya *tiba-tiba menerawang bintang*

    1. Gak tahu ini apa.. 😂😂😂
      Aku bingung menganalogikan pikachu. Jadinya si kuning-kuning. Jangan sampek gak waras mas Fadel.. bahaya juga ya ternyata.. 😂😂😂
      Jangan menerawang bintang mas Fadel. Dia gak bakal ngasih tanda air berupa gambar pahlawan.. 😂😂😂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s