Ada-ada. Ada apa sih? ._.

Beberapa orang berpura-pura bahwa dirinya tegar dan kuat. Tapi yang lainnya kadang ingin terlihat lemah agar dikasihani. Aku merasa pernah melakukan semuanya. Haha.

Ada juga yang merasa sok gak bisa. Seperti ketika ditanya, ‘apakah kamu bisa mengerjakan nomor ini?’. Lalu menjawab tak bisa. Tahu-tahu nilainya sudah A. Lalu dia klarifikasi dengan ini adalah keberuntungan. Tuhan memang baik.

Ada juga yang emang udah gak bisa. Lalu ketika kuis, dia bisa jawab semua. Temannya heran. Dikira dia sok gak bisa. Dia mencoba mengklarifikasi, tapi si dianya gak percaya. Lalu beberapa detik tertawa semuanya menyadari kebodohan mereka sendiri. Gak ada yang lebih indah daripada menertawakan diri sendiri. Belum ada hal yang menyaingi kenikmatan itu.

Eh. Ada sih. Senyummu. Ayayaya. Memandangnya saja ku sudah bahagia.

‘Aku mengarangnya,’ aku berkata pada dia.

‘Kau mengarang sebuah persamaan?’ tanya dia tak percaya. Mengklarifikasi.

‘Ya. Aku merasa bersalah pada penemu hukum itu.’ kataku menyesal.

‘Kamu mengarang sebuah ketentuan dan kau berpikir keras hanya karena sebuah pendapat?’ tanya dia lagi.

‘Iya juga ya. Haha.’

Kita sering mengada-ada. Hmm. Mungkin aku. 
Kayak survey KKN kemarin. Aku bilang pada teman, ‘Aku ada janji.’ Dia merespon, ‘Cieee..’
Tapi Tuhan tidak bisa dibohongi. Dia maha mengetahui. Aku lolos dari jeratan malasnya survey dengan mengadakan acara-acara yang tak pernah ada. Dan Tuhan memberiku acara tersendiri. Aku jatuh cinta dengan kasur. Ya. Ini bukan sekedar bobok manis. Aku penyakitan. Ku mulai agak kapok untuk mengada-ada sekarang. 

Dari tadi mengada-ada. Pernah sih juga aku meniadakan yang telah ada. Saat itu adalah saat tugas bejibun. Temanku bilang ada tugas, aku bilang enggak. Aku dan komplotan pun menghasut semuanya. Endingnya tetep dikumpul tugasnya. Anjay.

Sulit memang mengakui sesuatu itu. Kayak mengakui sebuah rasa. Bukan hanya sekedar masakan yang sebenarnya agak gimana gitu dan kamu bilang, ‘mantap soul.’ karena dia begitu berharga buat kamu.

‘Eh. Kamu suka si baju merah?’ tanya temanku.

‘Enggak.’

Iya. Waktu itu dia pakai abu-abu. 

Mengada-ada dan pengalihan isu itu penting. Ini bukan hanya sekedar menutup-nutupi. Tapi memang ada beberapa hal yang harus dilindungi, disimpan dan dinikmati sendiri.
Tapi jangan semuanya diada-ada. Itu malah akan membuat kita tidak merasa punya apa-apa. Kayak semacam ini beneran ada gak sih. Ya terlalu banyak yang palsu jadi bingung mana yang asli. Kayak nyontek jawaban temen. Kadang jadi gak tahu mana sumber aslinya. Tahu-tahu udah banyak modifikasi aja. Haha.

Mungkin kalau kita sedikit saja mau ngaku atau jujur tanpa topeng bakal agak ngerasa lucu kali yak. Menertawakan hal-hal yang merupakan kebodohan sendiri itu seru abis loh. Walau kadang jatuhnya jadi malu banget sih. Tapi selow aja kali yak. 

Itu gambar abang aku tercinta jatuh. Orang-orang lebih suka menyebutnya ndlosor atau menjalin kasih dengan aspal. Minggu kemarin abang aku tercinta ini sudah jatuh 5 kali. Tapi semua berbuah manis dengan hadiah podium. Senyumnya itu loh. Awh~

Jatuh yang kali ini beda. Gak tahu kenapa ada manis-manisnya gitu. Biasanya kalau jatuh ditikungan atau dimana gitu aku selalu bilang, “Oh Why?” Lalu gulung-gulung manja. Tapi pas lihat itu bawaannya bilang, “Wanjay..” kemudian ngakak. Haha.

Saat press conference si abang malu-malu kucing mengakui kecerobohannya itu. Aku sebagai fansnya malah ingin ketawa dan membullynya. Haha. Duh. Manisee.. Lihat gak sih garis bibirnya ituh? Aduh duh. Senyumnya, aduh duh. 

Emang aku akui sih. Kata-kata dari fans sebelah ada benarnya. Aku awalnya gak ngerti apa-apa sama dunia ini abang. Aku kesengsem aja sama dia. Haha. Tapi mengenal orang lain bisa lewat berbagai cara kan? ._. Lagian si abang juga jago kok. Walau gak berkokok, seenggaknya dia gak bertelur. Eh. Hmm. Jangan kalian bilang abangku cuma modal muka. Jangan kalian bilang fans abang cuma suka sama mukanya dan gak tahu apa-apa. Adek juga belajar kok.. 😭😭😭

Walau gak ngerti apa-apa, adek juga berusaha kok. Usaha jatuhin abang. Bukan jatuh nyium aspal. Tapi jatuh hati sejatuh-jatuhnya. 😳😳😳

Sebenernya, abang aku di sini ini dengan kepaksa ku sambung-sambungin. Jangan berusaha memahami tulisan ini. Jangan berusaha terlalu keras. Jangan memaksakan diri. Ku ingin kalian menikmati hidup ini. Maafkan ketidakjelasan ini. Aku lagi pengin aja nampilin si abang di postku. Haha.

Dan.. aku sebenarnya gak ngerti apa judulnya post ini. ._.

.

.

.

Sumber gambar: twitter @motoGP tercinta

Iklan

11 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s