Diary

Bolehkah Aku Membencimu?

Apakah menyukai, mengagumi dan mencintai seseorang adalah hak setiap orang?

Jika iya, bagaimana jika aku membencimu? Bukankah itu juga bagian dari hakku? Apakah hak harus selalu terlihat manis?

Bolehkah aku membencimu? Bolehkah aku tidak menyukaimu?

Aku tidak meminta lebih. Aku tidak berharap banyak. Aku hanya ingin kamu biarkan aku seperti ini. Jangan paksa aku seperti maumu. Aku baik-baik saja.

Apakah membenci orang adalah sebuah tindakan kriminal? Ku bilang aku tidak melakukan hal yang mengganggumu. Pura-puralah kau tak tahu kalau aku membencimu. Kau cukup pandai berakting bukan?

Aku tidak sedang berusaha membuatmu marah. Aku hanya diam dengan rasa tidak menyukaimu. Kau tidak perlu merasa dirugikan kamu tidak perlu merasa tersiksa. Akulah di sini yang paling menderita. Dengan rasa yang tak sepantasnya ini.

Aku sudah berusaha biasa saja. Setiap orang tak bisa bersikap seperti apa yang ku mau. Aku sudah memakluminya sejauh itu.

Aku sudah sering bicara padaku sendiri, ini tidak apa-apa. Abaikan saja. Perasaan benci hanya akan mengganggumu. Tapi ternyata tak bisa. Ini lebih menyiksa.

Ada rasa yang tidak bisa dibendung. Ini harus diekspresikan. Aku bilang ekspresi, bukan pelampiasan. Biarkan aku diam. Seperti ini. Sudah. Cukup.

Jadi, bolehkah aku membencimu? Aku janji tak akan mengganggu.

Aku hanya tak suka. Itu saja. Ini bukan tentang isu lainnya.

Iklan

16 thoughts on “Bolehkah Aku Membencimu?”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s