SUCISU

Ya, begitu, tetapi bukan seperti itu.

Misteri Kretuk-Kretuk

14 Komentar

Misteri? Sebenarnya ini gak semisteri itu sih. Hahaha.

Jadi ceritanya adalah saat musim laporan, musim lembur, tiap malam, diriku, mendengar suara kretuk-kretuk. Suara itu diindikasi berasal dari luar dan dari mulut seseorang. Awalnya sih aku mengira itu kripik, tapi kalau dibayangin suaranya gak gitu juga sih. Lalu kata temanku itu adalah suara permen.

Alkisah, adik kos ngomongnya suka ngremusin permen. Oke. Sejauh itu aku percaya. Tapi gak tahu kenapa entah angin dari mana aku perlahan menaruh curiga, namun sejauh itu aku cuma diam saja.

Hingga adik kos satunya juga bilang kalau dia juga ngiranya bukan permen. Lalu apa prediksi kami? Itu adalah beras di lemari kami.

Pertama, aku denger suara kretuk-kretuk tanpa ada suara orang buka bungkusan permen. Jika permen adalah tersangkanya, seharusnya ada banyak suara plastik sobek buka permen.

Kedua, aku pernah coba ngamatin tempat sampah sebelum melakukan hibernasi di kamar. Lalu paginya aku amatin lagi. Tidak ada perubahan kecuali ada orang buang alat tulis yang udah habis. Gak ada bungkus permen yang jika emang itu permen, padahal aku denger suara yang sama malam itu.

Ketiga, aku curiga beras karena tiap pagi si beras selalu buka kreseknya. Lalu karena gak baik menaruh curiga tanpa alasan. Si adik kos pertama, aku suruh tutup rapat berasnya. Hingga suara kretuk-kretuk itu menyerang, aku mencoba diam memberi kesempatan dulu. Kemudian aku pura-pura lihat kamar adik kos pertama karena lewatin tempat beras… dan kresek berasnya terbuka.

Keempat, si Ani lihat dia makannya digenggam dan bukan berupa butiran. Kalau permen digenggam kan.. anu…? hmmmm.

Kelima, si Fajar tadi pagi bilang ke aku kalau dia melihat dengan mata kepala sendiri kalau dia ngelihat adik kos yang dicurigai, hmmm, mari sebut dia si L sedang membuka kresek. Lalu memakannya. Tapi dia gak mau langsung tanya. Dia ke kamar dulu lalu ketawa. Lalu dia tanya, makan apa kok kretuk kretuk. Si L jawabnya permen, lalu dikeluarin permennya. Tapi sepenglihatan dia itu adalah permen mintz. Hmmm? Kretuk-kretuk dan permen mintz? Kok bisa? Imajinasi mana lagi yang lebih liar dari ini? Mungkin makannya sambil ngemil kelereng..

Pagi tadi kulihat di tempat sampah adanya juga permen mintz dan itu sama sekali gak jawab pertanyaan kenapa kretuk-kretuk. Pengalihan isunya kurang menurutku. Jadi terbukti si L itu makan beras. Semakin yakin.

Kenapa ya kok kayak gitu? Kepaksa? Hobi? Nikmat?

Kepaksa, gak mungkin sih. Pertama di kos ada nasi. Dan kalau lauk bisa beli mie atau telur. Hobi? Hobi macam apa ini? Nikmat. Entahlah. Tadi si Fajar kusuruh coba dan ini tidak senikmat yang kelihatannya dilihat dari raut wajahnya.

Aku gak tahu harus bersikap bagaimana. Kalau ditegur, aku dikira pelit. Kalau dibiarin, kayak gak peduli, kasihan loh. Itu berasnya gak dicuci, gak diolah. Kalau makan nasi kan ngembang putih gitu, kalau masih beras bukannya kayak gimana gitu, ngembang di dalem ntar, begah. Kata Ani si anak pangan itu katanya gak baik buat kesehatan. Aduh.. duh….

Hmmm. Dibiarin aja kali yak. Mengenai pengalihan isu permen, aku harus gimana juga kalau aku tahu sebenarnya aslinya apa. Aku meneng wae. Duh, pasti kelihatan banget bodohnya si mbak kos ini dimata dia. Lucu mungkin. Tapi apa salahnya pura-pura bodoh selagi bisa nyenengin si L? Apa salahnya pura-pura percaya kalau bisa ngebuat dia bahagia? Hmmm. Mungkinkah ini yang dirasakan pelawak? Eh. Apa aku sedang ngelawak?

Sudahlah..

Biarkan dia menikmati kretuk-kretuknya..

Iklan

Penulis: Suci Su

Sudah, Nak! Terkadang apa yang tidak kau bicarakan lebih bernilai daripada yang kau bicarakan. - Eugene Crab (Spongebob Squarepants)

14 thoughts on “Misteri Kretuk-Kretuk

  1. Wa ha ha…. Klo bener makan beras mentah bisa sakit. Kecuali klo hobi itu sudah lama, mungkin tubuhnya udah kebal.

  2. Beras? Masa sih? Serem amat…mgkn mkan mie mentah kali, kan suaranya kretuk2 jg 😁

  3. Ini tentang apa sih wkwk πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„
    Agak-agak creepy gitu ya, seperti sedang melakukan ritual tertentu. Ini pasti baru kan suc? Paling nggak tanyain aja kok suka ngemil beras mentah. Daripada permen mintz dan kripik terus dijadikan kambing hitamnya. Kasian…

    • Aku gak tega nanyainnya. Takut merusak image dan mengganggu kesenangannya.

      Tadi pagi aku coba mergokin dia dan langsung keluar kamar saat kudengar dia ambil beras. Alhasil dia ke kamar mandi, dan kudengar dia kretuk-kretuk. Dia jadi makan itunya di kamar mandi. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      Harus bagaimana?

      • Wkwkwk 😁😁😁
        Iya juga ya. Nggak tega ngeliatnya wkwk. Aku beberapa kali seperti itu juga soalnya, minus makan beras pastinya

        Tapi rasanya nggak tega juga kalau dia sampai kena penyakit gara-gara itu. Dulu pas temanku kena radang usus buntu dan dioperasi dia bilang salah satu penyebabnya ada terlalu banyak biji cabe dalam apendiksnya. Akibatnya nggak bisa keluar lalu infeksi. Biji cabe ternyata memang sulit untuk dicerna, apalagi beras yang teksturnya begitu. Khawatirnya kebiasaan makan beras ini dapat berbuntut panjang ke kesehatan temanmu suc

        Barangkali didekati personal dan rahasia bisa jadi solusi biar dia nggak malu

      • Iya juga yaa.. kalau ada waktu yang pas coba ku tanyai.. kasihan juga..
        Bahaya buat kesehatan. Tiap hari pula dia makan begituan. Sudah terakumulasi.. :”

  4. makan beras sama halnya makan mie belum direbus. kenikmatannya mungkin sama yang ia rasakan, tapi kan mie ada bumbunya kalo beras ya tawar-tawar aja.
    tapi aku juga dulu suka gitu ko, suaranya pletak-pletok karena ditaro didalam keler plastic. hehe :)

  5. Itu beneran mbak makan beras?
    aku aja pernah makan nasi yang belum matang matang amat sama ibu malah di marah in habis habisan, takut perut sakit katanya. Lhaa ini malah makan beras? beneran ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s