Sesuatu

Roti Kacang

Kacang.

Kacang biasa disebut untuk menamai biji-bijian, seperti buah polong gitu. Ada kacang tanah, kacang tunggak, kacang hijau, kacang panjang, dan perkacangan lainnya. Tapi yang mau aku omongin di sini adalah kacang tanah.

Aku lumayan suka olahan kacang. Kacang goreng, kacang rebus, kacang atom dan olahan lainnya, apalagi roti kacang. Gak tahu kenapa roti kacang itu kalau di lidahku kayak punya kasta sendiri. Lumayan tinggi.

Kenapa ini roti kacang kok enak banget yak? Padahal asalnya sama. Jika tentang tepung dan telur, masih ada kacang telur. Harusnya kastanya sama. Tapi roti kacang beda.

Mungkinkah karena hancur?

Kacang yang tadinya utuh dihancurkan lalu diolah dan dibentuk sesuai selera. Menjadi satu keutuhan dengan sesuatu hasil yang beda. Ya. Roti kacang.

Hmmm.

Pernah gak ngerasa kalian yang tadinya utuh kayak kacang tiba-tiba ngerasa hancur jadi kaya butiran debu, eh, butiran kacang? Tekanannya terlalu berat, giles sana, giles sini, tapi gak tahu harus berbuat apa. Akhirnya cuma bisa ngikut, diem, dan ngerasa udah kaya gak berarti, kayak butiran debu, eh, maksudnya butiran kacang. Ya. Mungkin beberapa ada yang ngerasa kayak gitu.

Hancur itu bukan berarti selesai. Kalian masih bisa membentuk sesuatu yang lain. Sama kaya roti kacang. Itu kacang harus hancur dulu baru bisa diolah jadi roti kacang.

Masih banyak proses berat yang memerlukan penghancuran sendiri. Emang berat. Tapi itulah proses. Tepung juga berasal dari suatu penghancuran. Setelah dihancurin masih dipanasin agar ampyar gak menggumpal. Dan lihat, tepung bisa diolah jadi apa aja. Keren kan.

Bintang. Bintang yang baru sebenarnya juga berasal proses kehancuran. Bintang lama meledak menjadi gas dan debu. Gas dan debu akan berkumpul menjadi nebula. Karena kuatnya gravitasi mereka akan berkumpul dan membentuk bintang yang baru. Sebuah bintang terlahir lagi.

Tapi aku kurang suka perumpamaan ini karena anggapan orang-orang yang awalnya mereka emang bintang. Wajar kalau jadi bintang lagi. Ini tentang orang-orang yang memandangnya akan bilang, “Wajarlah keturunannya emang bintang”. Ya. Orang-orang gak peduli kalau bintang baru ini pernah hancur juga. Toh. Emang dulunya udah bintang.

Mereka gak sadar bahwa kita semua emang terlahir sebagai bintang. Bukan hanya mereka-mereka yang bersinar. Bedanya, apakah kita mau benar-benar bersinar untuk orang lain.

Bintang adalah benda langit yang memancarkan cahaya. Mereka bagian dari galaksi ini. Mereka pastinya pernah bersinar untuk orang lain, menjadi penerang orang lain, dan berarti untuk orang lain. Ada dua bintang, bintang semu dan bintang nyata. Bintang semu hanya memantulkan cahaya dan bintang nyata bersinar dari dirinya sendiri. Entah itu pantulan atau hasil cahaya sendiri, kita semua adalah bintang. Kita terlahir untuk bersinar.
Yaaaa!

Eh. Kok jadi bahas bintang. Bintang dan roti kacang. Anjay. Jauh banget Suc~~~
Tapi sama sih. Sama-sama pernah hancur dan berarti untuk orang lain.

Bintang dan roti kacang masih ada hubungannya kok. Misalnya memandang bintang dengan si dia sambil makan roti kacang dengan ditemani gemericik hujan.


Hujan
? Memandang bintang? Fenomena alam?
Bukan. Emang dialah bintangnya, dia yang kupandang, bersinar untukku.

Anjay
.

Sudah… Sudah…

Jadi hancur mungkin adalah bagian dari proses. Hancur bukanlah akhir. Hancur adalah tahapan untuk menjadi sesuatu yang baru.
Kalau kalian merasa hancur, bersiaplah menjadi sesuatu yang baru.

Selamat bersinar.. 🙂

Iklan

17 thoughts on “Roti Kacang”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s