Diary

Helmku Sayang, Helmku Menghilang

Helm, sejenis pelindung kepala yang dipakai saat akan berkendara atau melakukan sesuatu yang beresiko mencederai kepala.

Helmku sebenarnya gak bagus-bagus amat. Gak menarik untuk dicuri ataupun dijual. Dia berfungsi murni untuk melindungi kepala dan tilang dari polisi. Gak untuk gaya-gayaan atau foto dengan bibir manyun. Beretnya udah dimana-mana. Gak perlu dibawa ke kelas ataupun taruh jok karena nilai jualnya gak tinggi.

Itulah letak kenyamanan helmku. Gak perlu khawatir kecurian. Gak perlu khawatir kena gesekan karena emang udah beret dari awal.


Helmku adalah helm sejuta umat. BMC warna putih. Okay. Sekarang sudah gak putih lagi. Okay. Sekarang sudah kekuningan. Okay. Mungkin sekarang sudah mulai kecoklatan.

Aku dibelikan helm itu saat aku kelas 10 SMA. Ya, aku bawa motor rutin ke sekolah pertama kali. Kemudian dibelikan itu. Awalnya aku pakai helm merah, tulisan SNI nya cuma pakai tempelan kertas. Gak meyakinkan apakah ini benar-benar pelindung kepala atau hanya penutup kepala. Jadilah aku dibelikan itu helm.

Helmku secara kasar kembaran sama bapakku. Cuma punyaku ada tempelan SJ buatan temenku dari sisa-sisa pelajaran kesenian, sedangkan punya bapak polosan.

Yaa.. begitulah..

Tepatnya hari Rabu, aku menyadari kalau helmku menghilang. Saat itu aku berencana naik motor akan kelompokan siangnya di rumah teman. Karena aku harus balik kampus duluan sebab ada mata kuliah pilihan, jadilah aku bawa motor sendiri. Tapi helm yang biasanya ada disitu tiba-tiba hilang disaat aku butuh. Mood aku hancur berantakan. Jadilah aku pinjem helm orang. Mbak Cahya.. Terima kasih atas jasamu.

Setelah diingat-ingat. Helmku pernah dipinjam, setelah diinget-inget yang pinjam belum balikin. Jadilah aku tanya mbak kosku, mbak kosku tanyain mbak kosku yang pinjem.

image

image

Ya. Begitulah. Dan tidak terjadi perubahan. Helmku tetep gak ada. Sedih banget.:(

Ah. Gak ngerti. Pulangku gimana coba. Pinjem gitu. Aku orangnya suka kepikiran tapinya. Ya wislah belajar bodo amat kayak mbaknya. Lain kali dijaga.

Teruntuk helmku yang entah dimana, maafkan aku yang tak memperdulikanmu. Terlalu memandang rendah dirimu yang pencuri aja kagak doyan. Maaf.

Aku butuh kamu helm. Kembalilah.
Aku sayang kamu kuharap kamu mau kembali lagi.

image

Siapapun itu yang bawa. Kumohon kembalikanlah. Huhu.. 😭

Di sini, krisis kepercayaan muncul lagi. Ah. Andai saja helmku tak kutaruh sembarangan.

Ya begitulah. Kamu gak akan pernah tahu bagaimana berharganya sesuatu sebelum kamu tahu apa itu arti kehilangan.

Iklan

32 thoughts on “Helmku Sayang, Helmku Menghilang”

      1. Ikhlas kok ikhlas. Apalagi kalau yang make dengan penuh cinta kaya gitu. Aku yang belum punya cinta bisa apa.. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s