Uncategorized

UAP yang Menguap

Hari ini aku UAP. 3 huruf yang membuat diri ini galau. Haruskah senang? Ya senang. UAP adalah Ujian Akhir Praktikum, artinya ini adalah akhir atau penutupan dari praktikum ini. Artinya untuk materi ini tidak ada laporan. Lupakan Jurnal, lupakan laporan, dan selalu ingat si dia. Hmmmmm.

Atau haruskah sedih? Ya. UAP adalah Ujian Akhir Praktikum. Ujian adalah suatu pengujian. Oke. Penjelasan ini saa sekali tak membantu. Ujian erat kaitannya dengan cobaan. Ya cobaan. Aku pernah melihatnya pada beberapa ftv dengan jalan cerita sama dan dengan tokoh dan judul yang berbeda. Akan kah UAP ini sama dengan Cobaan Akhir Praktikum? :”


Ya aku pernah melihat di ftv, kurang lebih seperti ini ada anak menangis bersama ibunya lalu ibunya bilang untuk sabar, ini ujian untuk kita, ujian membuat kita kuat. Intinya seperti itu. Cobaan yang ada di tv itu dia gambarkan sebagai ujian. Sedangkan ujian di UAPku malah terlihat seperti cobaan.

Ujian membuat kita menjadi lebih kuat. Mungkinkah aku menjadi lebih kuat? Bisa jadi. Aku tadi sepertinya memiliki kekuatan untuk mengawurnya. Kekuatan yang entah datang darimana. Waktu tinggal 5 menitan dan kekuatan itu muncul tiba-tiba. Hebat. Darimana datangnya kekuatan itu? Entah benar atau tidak, aku punya kelegaan sendiri ketika kertas itu terisi. Melegakan? Menyedihkan.

Jadi lebih kuat? Yang ada keluar laboratorium jadi lemes. Gila. Aku mungkin lupa beberapa metode yang dipertanyakan tadi, tapi jawabanku malah mengarah ke metode aneh yang tidak berkualitas. Huhuhu. UAP atau cobaan ini tidak membuatku lebih kuat. Tapi semakin lemas.

Sebenarnya aku sudah cukup belajar, walau mungkin bisa dikatakan kurang maksimal. Oke. Ini salahku. Tapi waktu telah berlalu. Biarkan dia menjadi masa lalu. Menjadi pelajaran berharga di lain waktu. Semangat.

Entah mengapa materi yang kupelajari sebelum UAP itu menguap begitu saja. Apa salahku? Setelah dipikir-pikir sepertinya karena UAP dilaksanakan siang hari. Banyak reaksi yang sudah kupelajari tiba-tiba menguap. Aku gak tahu sebelumnya apakah materi yang kupelajari itu bersifat volatil. Andai aku tahu mungkin aku bisa melakukan pencegahan. Bisa dengan meminimalisir reaksinya dengan udara. Seharusnya aku baca MSDS-nya dulu.

Okelah. Okelah.

Biarkan UAP ini ikut menguap. Beserta dengan kenangan-kenangan pahit itu. Biarkan. Biarkan menguap. huhuhu.
Jangan berkondensasi lalu turun menghujani pikiranku. Menguaplah. Menghilanglah bagai masa lalu. Aku tak sanggup lagi mengingatmu. Mengingatmu membuat aku semakin menyesali diri dan berkaca betapa bodohnya aku..

huhuhu.

Iklan

12 thoughts on “UAP yang Menguap”

  1. Berarti, dengan Ujian Praktikum ini, kamu diharapkan bisa semakin kuat dalam bidang ini. Ya nggak? πŸ˜€ Diharapkan, setelah ujian ini, materi praktikumnya akan terus kamu ingat.

    Tapi faktanya, kita semua pasti “menguapkan” materi pelajaran setelah ujian. Hahahah πŸ˜†

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s