Berbagi

Wanita Perlu Didengar

Wanita. Kali ini aku mau ngomongin wanita karena hari ini bertepatan dengan hari Kartini. Selamat Hari Kartini buat para wanita di Indonesia. Tanpa beliau mungkin kita tak kan jadi seperti ini. Tanamkan jiwa Kartini pada setiap langkahmu. Memperjuangkan sesuatu untuk banyak orang..

Wanita yaa.. Apa sih. Makhluk itu yaa.. Ya secara morfologi kayaknya semua sudah tahu wanita atau perempuan itu seperti apa. Secara fisik lah ya..

Beruntung atas perjuangan beliau kita bisa seperti ini. Memiliki kebebasan untuk memperoleh hak-hak seperti kaum laki-laki. Kita bisa menempuh studi dan berbuat sesuatu yang lebih berguna untuk bangsa ini.

Gak bisa dipungkiri, sekarang banyak wanita yang sudah mengambil peranan penting. Seperti turut andil dalam pemerintahan misalnya, seperti walikota Surabaya saat ini dan beberapa menteri dan kepala daerah lainnya. Atau seperti di kelasku misalnya yang kebanyakan wanita.

Wanita sekarang sudah bisa bersuara seperti kaum laki-laki. Sudah dapat menyampaikan hak seperti kaum lakilaki. Yaa.. Tapi entah mengapa kadang aku melihat beberapa orang kurang mendengarnya.

Aku pernah lihat ada seorang wanita yang menurutku cukup mampu mengelola sebut saja suatu perkumpulan ini. Bahkan aku sangat yakin dengan adanya beliau, perkumpulan ini pasti akan bisa lebih baik. Beliau adalah seorang pejuang, menurutku.

Hingga saat itu, suatu perkumpulan itu mencari kepala suku. Ada 3 orang kandidat dan wanita itu juga ikut andil. Ada 2 kandidat kuat, salah satunya wanita itu, sedang yang satunya lagi dianggap penggembira.

Tapi apa? Seseorang yang menjadi pemenang suara dalam pemilihan kepala suku itu menang telak. Bukan menang tipis seperti perkiraanku karena peran beliau yang cukup sama-sama kuat.

Karena apa? Aku dengar-dengar sih ada gosip kurang menyenangkan dari wanita itu, dan anggapan seorang wanita menjadi pemimpin. Apa yang bisa dilakukan? Dan yang aku bingung kenapa mereka bisa percaya dengan hal itu. Semudah itu…. Pernah bahkan sering wanita itu menerangkan dengan  gamblang. Dan mereka hanya memicingkan senyum remeh dengan wajah tak percaya. Lalu melengos ke arah lain.

Berkali-kali wanita itu mencoba bersuara dan tak didengar. Setitik nila merusak susu sebelangga, bahkan ketika nila itu hanya buatan orang lain. Penjelasan dari seorang wanita katanya hanyalah bualan. Mungkin terdapat anggapan wanita yang sering bergosip suka menambah bumbu-bumbu dan alasan-alasan yang lain. Hello… Ini penjelasan. Bukan gosip.

Mungkin saat ini wanita sudah diberi hak bersuara, tapi kurang didengar. Kata-kata yang dianggap hanya terbawa perasaan masih melekat pada wanita, hingga beberapa orang masih meragukan dan kurang mempercayainya. Seriuskah wanita ini? Atau karena perasaannya yang sedang bagus? Mungkin seperti itu anggapan mereka. Ya mungkin. Tapi apakah salahnya untuk mencoba mendengarkan orang lain?

Saat wanita masih terbungkam dalam kegelapan, mungkin mereka dianggap rayap yang terus berdiam dalam tanah. Tanpa tahu bagaimana indahnya diluar sana. Sekarang sudah terang, laron sudah boleh terbang setelah perjuangan hujan meneteskan air ke bumi untuk semua umat manusia. Tidak ada salahnya terbang mengintari dunia, bersuara untuk kita semua dan didengarkan untuk dilakukan..

Selamat hari Kartini. Habis gelap terbitlah terang.. Smile

Iklan

1 thought on “Wanita Perlu Didengar”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s