Uncategorized

Jadi Apa?

Tadi dosen bahasa Indonesia berbicara mengenai kerja. Mengenai surat lamaran dan wawancara kerja.

Tapi itu diharapkan tidak kita urusi. Karena apa? UB mencetak entrepeneur. Itu angan-angan UB.

Angan-angan? Ya. Mungkin saat ini masih menjadi angan-angan. Bayangkan saja jika semua lulusan UB menjadi entrepeneur. Indonesia pasti sudah kaya raya..

Fakta di lapangan. Anak UB masih mencari kerja. Bersaing dengan universitas universitas lain yang tidak bisa dipandang hanya dengan sebelah mata. UB bukanlah pencetak manusia unggulan satu-satunya.

Mereka semua adalah kompetitor. Bukan hanya universitas lain. Antar mahasiswa dalam UB pun adalah kompetitor.

Ilmu yang kita semua dapatkan adalah sama. Lalu apa yang harus kita lakukan supaya berbeda? Kita harus punya sesuatu yang gak semua orang punya. Seperti pengalaman.

Bapak dosen bilang. Kalau penyumbang pengangguran terbesar di Indonesia adalah sarjana S1. Sarjana S1 masih sering menganggap dirinya kaum elite.

Bukan seperti orang lulusan SMP dan SMA yang mau kerja apa saja. Lulusan S1 masih pilih-pilih kerja. Menganggap pekerjaan yang ditawarkan tidak pantas untuk dirinya yang begitu terhormat. Beda dengan lulusan SMP-SMA yang berpikir yang penting saya kerja.

Mindset di sarjana S1 hanyalah saya ingin wisuda secepat mungkin. Tanpa berpikir panjang. Apa yang akan saya lakukan setelah wisuda?

Hmm. Sebenarnya aku juga masih berpikir seperti itu. Jangan pikir aku ini udah bijak. Terus ngerti dengan apa yang harus aku lakukan.. =,=” Aku juga bingung..

Mindset yang terpikir olehku masih seperti orang Indonesia pada umumnya. PNS! Tapi sekarang enggak kok. Mengingat CPNS aja masih membludak.. =,=”

Lagian aku udah ngapain pula? Aku tuh belum ngapa-ngapain. Belum banggain orang tua juga.

Aku mau jadi sarjana yang gimana dan bagaimana? Kalau udah gini. Udah. Jangan ngomongin prospek kerja. Bisa bertahan dan ngelaksanain tugas dengan baik dan benar aja udah bersyukur. :’)

Kebanyakan emang gengsi sih. Yang fakultas terkenal mah emang biasa aja. Tapi yang harusnya jadi WAH karena rakyat dan pengaplikasiannya bisa melimpah. Biasanya malah rada gak PeDe..

Ya misalnya aja jurusanku. Aku dulu sih gak malu nyebutin milih jurusan apa. Tapi kalo ditanya mau jadi apa? Akunya bingung. Bukannya gak tahu prospeknya. Tapi entahlah.

Inilah kesalahanku.. Kesalahan banyak orang juga. Mahasiswa pertanian gak mau disebut petani. Mahasiswa peternakan gak mau disebut peternak. Mahasiswa Kimia gak mau nyebutin besoknya jadi apa.. Ya gak? Itu kan salahnya.

BTW yang terakhir tuh curhat banget deh.. =,=” Curhat masa lalu.. ‘-‘/

Kita tuh harusnya bangga! Kaya mahasiswa kedokteran yang pastinya mau disebut dokter..
Yah gitu. Kaum elite..

Ya walaupun aku gak seelite kedokteran, tapi aku bangga jadi mahasiswa Kimia..

Putra mahkota sesungguhnya bukanlah mereka yang terlahir di istana dan terikat oleh semua aturan-aturannya. Tapi putra mahkota sesungguhnya adalah dia yang bisa menjadikan apapun dan dimanapun tempatnya sebagai istana untuk dirinya sendiri dan orang lain.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s