MeJiKuHiBiNiU :)

Dari judul pasti udah tahu itu warna-warna apa. Yup! Betul! Itu warna pelangi.

Pasti tahu kan lagunya kayak gimana? Iya. Yang waktu pas kita masih kecil kita diajarin nyanyi itu. Inget gak lagunya kaya gimana? Ayo nyanyi dulu deh..

Pelangi pelangi
Alangkah indahmu
Merah kuning hijau
Di langit yang biru
Pelukismu agung
Siapa gerangan
Pelangi pelangi
Ciptaan Tuhan

Jadi siapa yang ngelukis pelangi? Yak! Benar! Agung yang ngelukis pelangi. Jadi si Agung itu yang ngelukis pelangi. Lalu, siapa sih gerangan Agung tuh?

Duh. Bukan gitu. Pelangi itu ciptaan Tuhan. Tuhan menciptakan pelangi dengan berbagai macam warna. Bagus yak? Keren yak? Gak cuma keren aja, tapi keren banget!

Dari berbagai macam warna itulah yang makin membuat indahnya pelangi. Masalah merah kuning hijau yang di lagu itu cuma buat perwakilan aja. Kasihan kalo sebutin semua ntar anak kecilnya bingung ngapalinnya.

Oh ya. Ngomong-ngomong iklan indomie yang baru-baru ini bagus yak.
‘Seperti air dan minyak. Sulit bersatu sih. Tapi bisa berdampingan..’
Keren kan?

Belakangan ini lagi hot masalah ISIS. Apa sih isis itu?
Isis adalah dewi pada kepercayaan mesir kuno. Dewi ibu, sihir, dan kesuburan. Ya gitu dari wikipedia. Tapi bukan itu yang lagi dibahas. Isis disini adalah hmm.. bisa dibilang Islam garis keras.

Isis udah mengancam Indonesia. Indonesia yang membawa semboyan ‘Bhineka Tunggal Ika’ kayaknya gak cocok deh ama isis ini. Kita udah bisa hidup berdampingan dengan beragam suku, budaya, dan agama dengan baik gini kayaknya gak usah diganggu lagi deh.

Seperti iklan indomie tadi kan. Sulit bersatu, tapi bisa berdampingan. Apa salahnya sih hidup berdampingan? Tuh indomie walau air campur minyak dan gak bisa nyatu tapi rasanya juga enak.
Duh. Jadi ngomongin indomie gini.

Lagian beda itu indah kok. Seperti pelangi tadi. Yang ngebuat pelangi indah tuh bukannya karena warnanya yang beragam? Warnanya yang beda? Bayangin aja kalo warna pelangi itu putih. Apa bedanya ama awan? Gak menarik kan? Beda itu indah kok.

Lagian kita udah diajarin dari kecil tentang keindahan keberagaman lewat lagu pelangi.
‘Pelangi pelangi. Alangkah indahmu. Merah kuning hijau…’
Kita udah diajarin tentang keindahan perbedaan. Kita udah diajarin hidup berdampingan antara satu warna dengan warna yang lain. Kita udah diajarin dengan berbagai macam warna.

Ada banyak warna di dunia ini. Bukan hanya hitam dan putih saja. Jika kita yakin apa yang kita yakini itu putih bukan berarti yang lain hitam. Atau cari aman saja? Abu-abu? Itu namanya tidak yakin sepenuhnya.

Ada merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu, dst masih ada banyak warna lagi. Jika pelangi yang terdiri dari berbagai macam warna saja bisa berdampingan dan kelihatan indah. Kenapa kita enggak?

Pelangi itu juga sebenarnya pembiasan dari sinar matahari ke air yang bisa menimbulkan berbagai macam warna. Jadi apa salahnya? Apa salahnya orang memilih warnanya masing-masing? Toh dijamin UUD ’45 juga. Gak ada yang salah.

Lagian semua warna pelangi juga asalnya sama. Dari pembiasan sinar matahari. Tinggal orang memilih warnanya aja kan? Tinggal pengen lewat warna apa.

Lalu tentang warna ini salah, warna itu benar, warna yang lain salah kaprah. Dulu pas SD. Spektrum warna pelangi jika diputar akan menghasilkan warna putih juga. Dasar mereka juga tetap putih. Ingat. Itu warna-warna cuma efek pembiasan aja.

Atau ingin mencampurkan semua warna menjadi satu tafsir tunggal? Hmm. Hey! Mau dibawa pita yang dipegang garuda kita? Iya. Bhineka Tunggal Ika. Berbeda-beda tapi tetap satu jua. Lalu kalau jadi tunggal apanya yang beda? Beda yang ngebuat indah kan?

Atau juga tentang warna yang ini menang sendiri, warna yang itu tak mau menghargai, warna yang disana tak mau menghormati, warna yang lain semoga cepat sadar diri. Hohoho. Sebenarnya yang benar itu apa sih? Kalau menurut aku yang benar ya warna kita itu sendiri. Warna yang udah kita yakini itu apa. Dan semoga kita mampu hidup berjalan diatas kebenaran dengan warna kita.

Mengutip sebuah buku judulnya ‘PENCARIAN KE DALAM DIRI merajut ulang budaya luhur bangsa’ aku nemu sesuatu:
“Kebenaran adalah kenyataan alam sebagaimana adanya, sementara keyakinan adalah sesuatu yang diakui benar, walau belum tentu sesuai dengan kenyataan.”

Kata guru Pknku dulu, Pak Win gini, ‘Tuhan adalah kebenaran yang benar-benar benar.’

Jadi entah warna kita apa keyakinan kita apa yang penting tuh kita udah berjalan pada kebenaran Tuhan.

Perbedaan bukanlah sesuatu hal yang perlu dipertentangkan. Perbedaan patut disyukuri karena memberi keindahan.
So, tetaplah berdampingan seperti pelangi yang indah.. 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s