Bawang Merah dan Bawang Putih

Pernahkah berpikir mengenai sebuah pertanyaan, seperti ini, “Apakah bawang merah benar-benar jahat?”

Hari ini Cho bertanya padaku, “Apa kau percaya bahwa bawang merah benar-benar jahat?” Dan aku dengan enteng menjawab iya.

Cho tersenyum dan berkata, “Tapi aku suka bawang merah, apalagi kalau ditabur di atas soto. Apa kau masih tega menjawab iya?”

“Iya. Tapi bawang merah pernah membuat Squidword menangis.”

Ngelantur. Oke.

(lebih…)

Potong Rambut

Aku suka potong rambut. Udah kayak hobi mungkin yak. Walau potongannya gak imbang antara kiri dan kanan, tapi selama gak terlalu kelihatan, aku anggap sama aja. Aku punya prinsip beda itu indah. Ini seperti membela diri. Haha.

Lubang-lubang di tubuh Spongebob juga gak sama letaknya. Itu juga indah. Malah kelihatan bagus. Oke. Ini pembelaan kedua.

Kalau pulang biasanya aku potong rambut sendiri. Walau hanya beberapa cm dan itu gak ketara banget kalau sudah potong rambut. Gak ada perubahan. Gak kelihatan bedanya apa. 

Seneng aja potong rambut. Biasanya hal ini terjadi ketika aku sudah merasa ‘lelah’ dengan kehidupan ini. Pengen banget tuh dari Malang pulang ke Blitar terus potongin ini rambut.

(lebih…)

Reuni KKN (?)

Kemarin aku reuni KKN. Terlalu cepet kah untuk dibilang reuni? Padahal yang KKN Universitas masih belum selesai mengurusi laporan.

Reuni KKN diisi dengan makan-makan.

Wah.. enak ya KKN dapat uang banyak.

Bukan. Bukan kayak gitu. Kami tetap iuran. Hanya saja iurannya sisa.

Sisa? Wenaks.

(lebih…)

Ayo Bangkit!

Subuhku tadi aku isi dengan mancari informasi tentang pertandingan kemarin, khususnya abang ini.

Seneng banget rasanya lihat ini orang menang. Rasanya bahagia gitu. Iya. Bahagiaku emang sesederhana itu. Duh. Tapi gak sederhana sih buat Marc Marquez. Wkwkwk.

Tapi bukannya seneng kok lihat Vinales jatuh, aku lebih seneng kalau ini abang bisa lawan Vinales. Tapi ya sering-sering aja Vinales kayak gini. Duh. Aku emang punya bibit jahat sih. Haha.

Sebenarnya kedatangan Vinales lewat Yamaha agak membuatku getar-getir sih. Apa yak yang aku takutin? Takut kalah? Dasar. Aku emang secemen itu. Haha. Awalnya sih gitu.. (lebih…)

Hey, sedang di mana kamu?

Aku mendengar suara itu. Ramai. Sepertinya ada banyak orang. Aku lega, aku tidak sendirian.

Aku terus saja berjalan ke dalam. Semakin dalam. Aku berharap ada beberapa orang menungguku. Aku masih mendengar suara itu. Aku cukup bersemangat.

Tapi perlahan kakiku lelah. Aku ingin bersandar sebentar saja. Aku melihat beberapa orang berlalu lalang. Aku tersenyum. Ya, Suc tidak apa-apa, tinggal sedikit lagi. Aku memutuskan berjalan lagi.

Aku melihat bayangan mereka. Orang-orang yang aku kenal. Mereka dekat sekali denganku. Rasanya aku ingin memeluknya. (lebih…)

Retrosintesis

Mulai minggu kemarin UTS dimulai. Aku harus berterimakasih pada tanggal merah hari Jumat, 14 April 2017, hingga aku dapat diberi kesempatan buat pulang. Asique. Hingga aku bisa merayakan hari raya Kuningan di rumah.

Sialnya, Seninnya itu UTS Kimia Sintesa Organik jam 7.30 WIB. Niat ingsun mau balik ke Malang hari Minggu. Tapi hari Minggu diriku terlalu lelah. Minggunya ada acara Dharma Santi tingkat kabupaten di Candi Palah, Penataran, Blitar. Dharma santi adalah rangkaian hari raya Nyepi. Namanya rangkaian juga harus dilakuin. Aku sendiri sebenarnya kurang excited sama ini acara. Soalnya kurang sakral gitu. Gak ngapa-ngapain. Datang, duduk (itu pun kalau dapat), diam, dengerin, udah. Palingan penasaran sampai tahu siapa pemenang pawai ogoh-ogoh kemarin. Habis itu udah.

Jadi aku datang di acara itu baru nyampek rumahnya menjelang sore. Itu panas dan melelahkan. Yang pertama, aku datang kesiangan. Yang kedua, pas di carteran, aku gak dapat tempat duduk, pantatku cuma nyantol separo. Yang ketiga, pas nyampek lokasi, panas banget. Keempat, aku gak dapat tempat duduk lagi. Yang kelima, aku dapat teduhan tapi gak kelihatan apa-apa.

(lebih…)